-
-LAUGH, even when you feel too sick or too worn out or tired.
-SMILE, even when you’re trying not to cry and the tears are blurring your vision.
-SING, even when people stare at you and tell you your voice is crappy.
-TRUST, even when your heart begs you not to.
-TWIRL, even when your mind makes no sense of what you see.
-SLEEP, even when you’re afraid of what the dreams might bring.
-RUN, even when it feels like you can’t run any more.Just stay strong, face the truth, no matter how hard it takes..
-
Kebahagiaan hakiki (sering kali) terletak pada restu kedua orang tua. Hati-hati ketika kamu hendak tak mempedulikannya.
Tia Setiawati Priatna
(via robbysatria)
(Source: karenapuisiituindah, via robbysatria)
-
Mengungkap Suatu Kekuatan di Balik Tabir Mimpi Manusia,
tentunya bukan lah mimpi disiang bolong yang saya maksud. Ternyata dalam perjalanan hidup ku, aku mengetahui bahwa pada akhirnya hidup memang harus bermula dari mimpi atau imajinasi. itu akan menggumpal menjadi cita-cita.
Lihat lah Jules Verne mengelilimgi dunia dalam 80 hari,
Cristopher Columbus lewat eksipedisi Atlantisnya ,
Karl May dgn legenda Old Shatterhand,
George Orwell dalam 1984 dan animal farm,
serta jhon lenon yang mencurahkan isi hatinya dalam imagine.
Mereka semua adalah pemimpi. Aku berani mengatakan bahwa mimpi adalah sebauah rangsangan yang hebat untuk menuju kesuksesan atau juga mimpi adalah kesuksesan yang tertunda. Percayalah lah, dngn berusaha dan berdoa, tinggal menunggu waktu saja, kesuksesan pasti akan kita raih.
Soo jangan pernah Takut untuk bermimpi„„bermimpilah yang orang lain tidak akan pernah mengalami mimpi seperti mu.(Hery)
-
10 Lessons from Einstein
10 Lessons from Einstein
by Paulo Coelho on March 16, 2012
1. Follow Your Curiosity “I have no special talent. I am only passionately curious.”
2. Perseverance is Priceless “It’s not that I’m so smart; it’s just that I stay with problems longer.”
3. Focus on the Present “Any man who can drive safely while kissing a pretty girl is simply not giving the kiss the attention it deserves.”
4. The Imagination is Powerful “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. Imagination is more important than knowledge.”
5. Make Mistakes “A person who never made a mistake never tried anything new.”
6. Live in the Moment “I never think of the future – it comes soon enough.”
7. Create Value “Strive not to be a success, but rather to be of value.”
8. Don’t be repetitive “Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.”
9. Knowledge Comes From Experience “Information is not knowledge. The only source of knowledge is experience.”
10. Learn the Rules and Then Play Better “You have to learn the rules of the game. And then you have to play better than anyone else.”
Paulo Coelho -
Pintarnya Orang Orang Pintar
Begitu banyak orang pintar dan orang hebat: ahli, pakar, spesialis, master, doktor, profesor, pemerhati, aktivis, para kreatif, serta segala orang hebat dengan labelnya masing-masing. Apakah kita adalah salah satu dari mereka?
Pintarnya orang-orang pintar …
Jika para aktivis dan kreatif lingkungan hidup menyuguhkan kue-kue yang dibungkus plastik mika dan minuman berbotol plastik kepada para peserta kegiatan kampanye ‘Diet Kantong Kresek’ yang mereka selenggarakan sendiri; Jika konsuler PENDIDIKAN lingkungan hidup dengan ringan hati menggunakan mobil boros bahan bakar dalam kesehariannya di tengah kemacetan metropilitan; Jika orang-orang di sebuah kantor kementerian yang mengurusi pendidikan lingkungan hidup menyantap makan siang yang dikemas dalam styrofoam; Jika instansi dan komunitas lingkungan hidup mencetak ajakan mengurangi sampah plastik pada spanduk-spanduk berbahan plastik; Jika para pecinta alam hobi menaklukan alam sembari menunggangi motor tril 2-tax atau bermobil 4x4 untuk naik ke atas bukit-bukit membelah hutan-hutan.
Jika para jagoan desain grafis yang super-kreatif terbukti berhasil membuat ratusan juta orang di negeri ini menjadi konsumtif dengan iklan-iklan yang dibuatnya; Jika para pebisnis sukses di bidang kuliner bisa kaya raya dari produksi makanan-makanan yang (disadari atau tidak) merusak lambung dan metabolisme konsumennya (sedari keripik-super-pedas, hingga makanan sintetis, ayam suntik, MSG, dkk.); Jika pencapain kesuksesan para produser program televisi tergambarkan dari program-program TV yang medominasi rating teratas di negeri ini; Jika para ahli public relations atau ahli hukum telah piawai mengubah ini-menjadi-itu dan itu-menjadi-ini.
Jika para mahasiswa kedokteran memilih bidang keilmuannya dalam alasan prestige dan kemapanan finansial di masa depan (alih-alih mengabdikan ilmu); Jika para mahasiswi pintar menghafal dan bersiasat kala menjelang UAS (padahal barangkali maksud dan tujuan UAS memang buat mengakses apa yang telah diserap oleh mahasiswa selama satu semester, bukan menguji apa yang dihafalkan selama semalam atau dua malam); Jika para mahasiswa bangga dan gembira dengan nilai A atas mata kuliah yang ia tidak pahami; Jika para wisudawan mengucap ‘ikrar sarjana’ secara refleks semata, tanpa kesadaran penuh; Jika para sarjana (sadar/tidak sadar) menguapkan ilmu yang telah ditimbanya selama tahun-tahun kuliah, dan sibuk dengan pemenuhan karier: prestise dan kesuksesan finansial semata; Jika para cendekiawan perguruan tinggi menjadi ahli plagiasi demi gelar guru besar; Jika para lulusan perguruan tinggi mengambil jalan mudah agar terpandang.
Jika orang hebat dan orang pintar memilih yang ‘menggiurkan’ ketimbang yang benar; Jika orang hebat dan orang pintar melakukan yang mudah ketimbang yang benar. Jika orang hebat dan orang pintar terlepas dari esensi atas hal-hal yang diperjuangkannya …
Maka apakah kita masih butuh banyak ‘orang pintar’ dan ‘orang hebat’ seperti ini?
Maka, menurutmu di manakah permasalahannya?
Apa gagasanmu?
Lalu, berbuat apa kita sepatutnya?
Salam,
Lukas A. Felixtus, M.Pd., Ph.D.
——————————————————
NB: Barangkali ini hal yang sangat MENDESAK, karena saat ini orang-orang pintar sedang terus ‘DIPRODUKSI’ secara masal di banyak sekolah-sekolah dan universitas-universitas.
NBB: Semua kutipan di atas diangkat dari kisah nyata.
-
Berhentilah mengeluh! Buatlah dirimu berbeda dalam kompetisi. Jangan menjadi seekor bebek. Jadilah seekor Elang’. Bebek terbiasa mengeluh sedangkan Elang terbang tinggi di angkasa dengan penuh kedamaian dan kemenangan.
(via achmadlutfi)
(Source: rifkihidayat, via loperboi)
-
kita menjadi bisa karena kita mencoba dari tidak mengerti apa apa, salah, gagal dan terus mencoba, terus menemukan masalah masalah dan menghadapinya dengan penyelesaian penyelesaian yang paling baik.
dan itu keharusan.deduktif:
-
hidup akan terus berubah dan nasib akan terus berputar, sebentar kita akan di 35 derajat lalu besok pagi ada di 50 an derajat. sebentar malam lalu dihampiri oleh pagi dan disalam malu malu dengan sore. rotasi akan berlanjut, harapan menjadi kenyataan atau malah kekecewaan. realita membawa luka atau senyum bahagia.
deduktif:
-
Sebenarnya ketika kita memotivasi orang lain, efeknya akan kembali ke diri kita sendiri. Tidaklah kamu tahu bahwa membuat orang bahagia dan termotivasi itu adalah ibadah jua?
(via loperboi)
-
hidup ini bukanlah sekedar berkunjung ke rumah teman, yang hanya datang dan pulang.
tapi hidup ini ibarat kompetisi, di mana kita harus berjuang, berusaha, dan melakukan sesuatu untuk mengapai tujuan yang terpenting pulang dengan membawa sesuatu.
intinya buatlah hidup ini lebih bermakna… (via loperboi)

